5 Cara Membedakan Teman yang Cerewet Karena Perhatian Sama yang Emang Suka Nyinyir Doang

5 Cara Membedakan Teman yang Cerewet Karena Perhatian Sama yang Emang Suka Nyinyir Doang

Terlepas dari keluarga, teman ialah salah satu elemen urgen dalam kehidupan. Mereka ialah orang yang ikut mengecat hari-harimu. Dari sekian lama kehidupanmu, tidak sedikit teman yang datang dan pergi. Ada yang nggak tidak sedikit bicara, ada pun yang cerewetnya separuh mati.
Punya teman bawel memang kadang menyebalkan.

Menurut Judibolawin Selain bila ngomong sulit banget diputus, dia pun termasuk orang yang apa-apa tentu dikomentari dan dikritik. Bersama rekan yang bawel ini memang sih anda tak pernah sepi, namun tahukah anda sebenarnya terdapat dua tipe teman bawel yang mesti dibedakan? Teman bawel karena aslinya perhatian dan yang bawel karena hobinya memang nyinyirin orang. Biar anda mengerti, Hipwee akan tolong kamu guna membedakan. Yuk, diperiksa dulu teman-teman di sekitarmu~

5 Cara Membedakan Teman yang Cerewet Karena Perhatian Sama yang Emang Suka Nyinyir Doang
5 Cara Membedakan Teman yang Cerewet Karena Perhatian Sama yang Emang Suka Nyinyir Doang

1. Dia yang gemar sekali nyinyir, enggan peduli alasanmu. Dia yang perhatian akan memperhatikan dan mengupayakan mengerti

Teman yang benar-benar perhatian, tak segan-segan menegurmu saat anda melakukan kesalahan. Tak segan pun dia tidak mengizinkan atau menghalangi, bila anda benar-benar dikuasai kekhilafan. Namun tidak berarti dia tutup telinga pada alasanmu. Meski dia mengomel panjang dan lebar, dia tetap memperhatikan alasanmu. Karena dia yakin masing-masing tindakan yang anda lakukan tentu ada alasannya. Sementara dia yang memang hobinya nyinyir, masing-masing ada sesuatu yang tak cocok di matanya, kecerewetannya menjadi-jadi. Tapi tak pernah hendak tahu mengapa urusan tersebut terjadi. Sudah lumayan jelas bukan bedanya?

2. Meski cerewet, dia yang perhatian tidak jarang kali buatmu kerasan berlama-lama di sampingnya. Lain halnya dengan dia yang nyinyir, duh gerah rasanya

Punya rekan yang bawel itu mau enggan harus punya telinga yang kebal. Kebal dengan repetan yang panjang serta sulit dihentikan. Anehnya, bukannya sebal, anda malah kerasan berlama-lama di dekatnya. Karena anda merasa punya korektor andal yang memang hendak kamu berkembang. Kalau dia ialah tipe ini, sudah tentu dia benar-benar peduli padamu. Beda dengan dia yang hobinya memang nyinyir doang. Setiap kata yang dia ucapkan, rasanya buat kamu kegerahan. Bukannya membuatmu berkembang, isinya hanya nyakitin doang~

3. Dia yang benar-benar perhatian tak melulu mengkritik, tapi pun memberikan penyelesaian nyata

Dia yang benar-benar peduli, tak melulu akan melontarimu dengan sekian banyak kritikan. Kurang ini dan tidak cukup itu. Namun, dia pun akan memberimu saran-saran dan penyelesaian yang dapat kamu pikirkan baik-baik. Sementara dia yang hobinya nyinyir, mana peduli memberimu solusi? Sebab destinasi hidupnya sebatas menuliskan apa yang menurutnya tidak cukup sesuai, hingga lupa bahwa terkadang terdapat hal-hal yang sifatnya paling subjektif.

Misalnya, saat membicarakan mengenai kakimu yang tidak cukup sehat dan “kurang cantik” itu. Maklum, masing-masing hari anda bekerja di ruangan ber-AC dengan heels yang kadang buat kakimu pegal-pegal. Plus, anda sering tak sempat minum air putih saking banyaknya pekerjaan. Nggak heran, bila kakimu jadi kering, kasar, dan pecah-pecah enteng padahal anda sudah gunakan lotion. Dia yang kegemaran nyinyir melulu akan mencela, gila lo nggak tahu bila lotion tersebut nggak dapat ngatasin kaki pecah-pecah?

Tapi dia yang beneran peduli, bakal berbeda. Kritiknya tajam, namun solusinya juga nyata. Jangan heran bila tiba-tiba dia melempar atau menyelipkan Kanna ke dalam tasmu. Sambil tetap mengomel, tentu.

“Haduh, muka mulus namun tumitnya pecah-pecah. Please deh anda harus kenalan sama Kanna. Krim lembut guna kaki pecah-pecah ringan. Cara pakainya pun gampang, dapat sambil merem. Kanna dipakai masing-masing malam sebelum tidur. Aman kok digunakan setiap hari. Apalagi kandungannya terdapat Soy Lecithinnya. Tumitmu dapat semulus kulit muka!”

4. Di balik cerewetnya, yang nyinyir doang tentu lebih mendahulukan dirinya sendiri. Sedangkan yang beneran perhatian bakal lebih mengayomi

Namanya juga bawel yang isinya nyinyir doang, apa yang dia ucapkan tentu isinya mementingkan diri sendiri. Perasaanmu sebagai lawan bicara bahkan seseorang yang dikritisi sama sekali tak dipedulikan. Mau anda terima atau sakit hati sekalian, duh rasanya bodo amat guna dia pikirkan. Namun bertolak belakang dengan dia yang bawel karena perhatian. Setiap ucapan-ucapan yang terbit darinya malah berpusat kepadamu. Dia dapat secerewet ini sebab murni peduli. Cerewetnya jadi melindungi dan barangkali membuatmu beranggapan “oh, iya pun ya.”

5. Saat mendengar cerewetnya yang perhatian, anda seolah terkenang pada sosok ibu. Sementara masa-masa dengar dia yang nyinyir doang, beuh rasanya kayak scrolling lambe-lambean

Ngomongin bawel pasti identik dengan sosok ibu. Nggak di lokasi tinggal nggak di luar, tentu ada aja yang dicerewetin ibu. Namun anda tahu tentu cerewetnya ibu ini sebab beliau benar-benar peduli. Begitu pula dengan sosok temanmu yang juga bawel ini. Bila kecerewetannya mengingatkanmu pada sosok ibu, berarti dia benar-benar temanmu. Namun bila kecerewetanmu mengingatkanmu pada akun lambe-lambean, belum pasti dia benar-benar peduli. Sebab isi cerewetnya melulu nyinyirin orang. Mirip kan kayak yang anda lihat di Instagram?

Dalam proses mengarah ke dewasa ini, rekan memang sama pentingnya dengan keluarga. Apalagi bila kamu tengah jauh dari family dan orangtua alias di perantauan. Namun walau kehadiran teman tersebut penting, semoga anda nggak asal pilih teman. Soalnya bila salah pilih teman, anda sendiri yang nantinya bakal dirugikan. Apalagi bila temannya bawel dan bisanya nyinyir doang. Duh jauh-jauh deh biar nggak ketularan.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *