5 Alasan Kenapa Keseringan Foto Selfie Itu Bisa Membuatmu Pelan-Pelan Dijauhi

5 Alasan Kenapa Keseringan Foto Selfie Itu Bisa Membuatmu Pelan-Pelan Dijauhi

Memfoto diri sendiri atau pun biasa dinamakan selfie sekarang adalahhal yang paling umum dalam kehidupan sehari-hari. Tapi segala sesuatu yang berlebihan pasti nggak baik bikin kamu, tergolong terlalu tidak jarang posting potret selfie. Kenapa sih? Yuk cari tahu alasannya!

1. Kamu akan dirasakan narsis dan berlebihan dalam menyikapi segala sesuatu

Memang, menggali pengakuan kepribadian adalahhal normal untuk manusia. Tapi ketahuilah dengan seringnya anda upload potret selfie followers-mu justeru akan beranggapan kamu tukang pamer. Hal ini dapat disiasati dengan anda posting karya-karyamu. Upload potret masakan yang anda masak sendiri, lukisan yang anda gambar sendiri, atau dapat juga upload video cover lagu favoritmu. Kalau urusan ini anda lakukan menurut Agen Judi Bola anda jadi dapat dapat pernyataan sekaligus penggemar, lho!

2. Predikat orang tidak cukup kerjaan pun akan melekat padamu!

5 Alasan Kenapa Keseringan Foto Selfie Itu Bisa Membuatmu Pelan-Pelan Dijauhi
5 Alasan Kenapa Keseringan Foto Selfie Itu Bisa Membuatmu Pelan-Pelan Dijauhi

Terlalu tidak jarang update potret selfie pun akan menciptakan followers-mu kehilangan minat mengekor akun yang anda miliki. Apalagi bila seluruh feeds-mu melulu berisi potret bangun tidur, jalan ke mall, dan makan. Orang-orang akan beranggapan kamu nggak punya kegiatan lain. Kalau memang anda punya kegemaran jalan-jalan atau santap kamu dapat posting potret tentang review lokasi yang anda kunjungi atau rekomendasi tempat santap untuk followers-mu. Di samping hobimu dapat terpenuhi pun akan bermanfaat untuk orang lain.

3. Orang yang kegemaran mengekspos diri sendiri itu ingin kesepian dan perlu perhatian

Salah satu tanda orang yang kesepian dapat dilihat dari seberapa seringnya dia besosialisasi di dunia maya. Kamu nggak inginkan kan orang-orang beranggapan kamu tukang cari perhatian sebab kesepian. Nggak canggih kan bila kamu dirasakan kesepian.

Kalau memang dalil kamu tidak jarang posting foto ialah untuk menggali perhatian, kamu dapat pertimbangkan urusan di poin kesatu untuk anda lakukan. Selain bisa perhatian anda juga dapat kelihatan keren sebab punya tidak sedikit karya.

4. Hati-hati! Kamu pun berpotensi jadi sasaran kejahatan, terutama di media sosial

Aduh bila ini sih amat paling nggak keren bila sampai terjadi. Ini dapat saja terjadi bila kamu terlampau sering potret selfie, lagipula selfie-mu tertulis tempat anda berada dan seraya pakai dagangan mahal keluaran terbaru. Bisa saja terdapat orang yang iri kemudian berniat memungut barangmu dengan teknik yang nggak seharusnya. Jangan sampai urusan ini terjadi ke anda deh di samping nggak canggih kamu pun jadi kehilangan urusan berhargamu.

5. Selfie keterusan tersebut memicu depresi

Memang guna mendiagnosa seseorang depresi ada langkah yang mesti dilakukan. Selfie dapat dianggap gangguan kejiawaan apa bila telah memprovokasi kehidupan keseharian seperti menggangu edukasi dan pekerjaan. Beberapa orang bahkan terdapat yang hingga tidak nafsu santap hingga putus asa karena mengharapkan hasil selfie yang sempurna.

Bukan berlebihan tapi urusan ini memang sudah paling sering terjadi. Seperti dikutip CNN Indonesia, sejumlah kasus bunuh diri sebab selfie telah terjadi. Bahkan pada pertengahan 2015 seorang remaja wanita bunuh diri karena potret dirinya dirasakan tidak sempurna. Nggak canggih kan bila sampai depresi melulu karena potret selfie!

Selfie memang bukan urusan buruk. Tapi pastikan anda punya batasan privasi supaya nggak terjadi hal-hal yang tidak diinginkan.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *